Kajian Cerpen Pelajaran Mengarang

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. A.    Garis Besar Cerpen Pelajaran Mengarang

Pelajaran mengarang dipilih redaksi sebagai cerpen terbaik- menyembunyikan klimaks dalam rentetan kilas balik. Seorang anak perempuan dipaksa menulis karangan yang mana judul-judul yang diberikan ibu Gurunya berseberangan dengan kehidupan nyatanya.  sehingga si bocah tak pernah menyelesaikan karangannya, karena tidak tahu harus menulis apa, yang ada dikepalanya hanyalah ada kehiduan kelam, tidak memiliki kehidupan yang indah. Kita merasakan ledakan di bagian akhir, ketika kita yakin bahwa si bocah benar-benar anak seorang pelacur.

  1. B.     Pengarang

Pengarang cerpen ini adalah Seno Gumira Ajidarma. Sastrawan yang satu ini adalah sosok pembangkang. Ayahnya, Prof. Dr. MSA Sastroamidjojo, guru besar Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Tapi, lain ayah, lain pula si anak. Seno Gumira Ajidarma bertolak belakang dengan pemikiran sang ayah. Walau nilai untuk pelajaran ilmu pasti tidak jelek-jelek amat, ia tak suka aljabar, ilmu ukur, dan berhitung. “Entah kenapa. Ilmu pasti itu kan harus pasti semua dan itu tidak menyenangkan,””ujar Seno.

Dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, Seno gemar membangkang terhadap peraturan sekolah, sampai-sampai ia dicap sebagai penyebab setiap kasus yang terjadi di sekolahnya. Waktu sekolah dasar, ia mengajak teman-temannya tidak ikut kelas wajib kor, sampai ia dipanggil guru. Waktu SMP, ia memberontak tidak mau pakai ikat pinggang, baju dikeluarkan, yang lain pakai baju putih ia pakai batik, yang lain berambut pendek ia gondrong. “Aku pernah diskors karena membolos,””kenang Seno. Imajinasinya liar. Setelah lulus SMP, Seno tidak mau sekolah. Terpengaruh cerita petualangan Old Shatterhand di rimba suku Apache, karya pengarang asal Jerman Karl May, ia pun mengembara mencari pengalaman.

Selama tiga bulan, ia mengembara di Jawa Barat, lalu ke Sumatera berbekal surat jalan dari RT Bulaksumur. Sampai akhirnya jadi buruh pabrik kerupuk di Medan. Karena kehabisan uang, ia minta duit kepada ibunya. Tapi, ibunya mengirim tiket untuk pulang. Maka, Seno pulang dan meneruskan sekolah. Ketika SMA, ia sengaja memilih SMA yang boleh tidak pakai seragam. “Jadi aku bisa pakai celana jins, rambut gondrong,”” Komunitas yang dipilih sesuai dengan jiwanya. Bukan teman-teman di lingkungan elit perumahan dosen Bulaksumur (UGM), rumah orangtuanya. Tapi, komunitas anak-anak jalanan yang suka tawuran dan ngebut di Malioboro. “Aku suka itu karena liar, bebas, tidak ada aturan.”” Walau tak mengerti tentang drama, dua tahun Seno ikut teater Alam pimpinan Azwar A.N. “Lalu aku lihat Rendra yang gondrong, kerap tidak pakai baju, tapi istrinya cantik (Sitoresmi). Itu kayaknya dunia yang menyenangkan,””kata Seno.

Tertarik puisi-puisi Mbeling-nya Remy Sylado di majalah Aktuil Bandung, Seno pun mengirimkan puisi-puisinya dan dimuat. Honornya besar. Semua pada ngenyek Seno sebagai penyair kontemporer. Tapi ia tidak peduli. Seno tertantang untuk mengirim puisinya ke majalah sastra Horison dan tembus juga. “Umurku baru 17 tahun, puisiku sudah masuk Horison. Sejak itu aku merasa sudah jadi penyair,””kata Seno bangga. Kemudian Seno menulis cerpen dan esai tentang teater. Jadi wartawan, awalnya karena kawin muda pada usia 19 tahun dan untuk itu ia butuh uang. Tahun itu juga Seno masuk Institut Kesenian Jakarta, jurusan sinematografi. “Nah, dari situ aku mulai belajar motret,””ujar pengagum pengarang R.A. Kosasih ini. Kalau sekarang ia jadi sastrawan, sebetulnya bukan itu mulanya.

Seniman yang dia lihat tadinya bukan karya, tetapi Rendra yang santai, bisa bicara, hura-hura, nyentrik, rambut boleh gondrong. “Tapi, kemudian karena seniman itu harus punya karya maka aku buat karya,””ujar Seno disusul tawa terkekeh. Sampai saat ini Seno telah menghasilkan puluhan cerpen yang dimuat di beberapa media massa. Cerpennya Pelajaran Mengarang terpilih sebagai cerpen terbaik Kompas 1993.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Kajian Unsur Cerpen

UNSUR

SUBSTANSI

PENILAIAN

PEMBUKTIAN/PENJELASAN/

AGUMENTASI

Gaya bahasa Apakah gaya bahasa penceritaan Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Adjidara mudah dipahami, menarik, mengandung sugesti estetik

C

B

SB

Cerita ini mudah dipahami, karena tidak ditemukan kata-kata sulit maupun berbelit-belit. Pembaca akan bersimpati dan berempati kepada nasib Sandra, karena cerita ini mengandung sugesti estetik.

Sudut pandang Dimanakah posisi pencerita (narrator) didalam fiksi.

TA

TD

Pencerita tidak menceritakan tentang dirinya sendiri., melainkan menceritakan orang lain yaitu Sandra, Ibu Guru Tati, Marti, Mami dan anak-anak kelas V. Sudut pandang nya sudut pandang orang ke-3 , pencerita diluar cerita.
  √
Tokoh Apakah tokoh teridentifikasi secara fisik (misalnya kondisi tubuh, nama, usia dll) pshisikis, dan interaksi tindakan dengan tokoh lain atas hubungan peran.

C

B

CB

Marti–          Fisik: Bibir merah, mata kuyu, wajah pucat (paragraph 29).

–          Psikis: Pemarah, penyayang (paragraph 22 dan 25).

Mami

–          Fisik: Wajah berkerut, dandanan menor, dan sangat harum (paragraph 11)

–          Psikis: Perhatian terhadap Sandra.

Anak-anak kelas V

–          Fisik: manis (paragraph 2)

–          Psikis: Masih polos, karena mereka belum tau kelak akan mengalami nasib macam apa (paragraph 2).

Latar Apakah latar tempat, waktu dan suaana yang digunakan sesuai dengan logika cerita.   Latar pada cerita ini sesuai dengan logika cerita. Semua latar berhubungan dengan peranan tokoh-tokoh
      Misalnya seperti paragraf 14, yang bunyinya “Ditempat kerja wanita itu, meskipun gelap, Sandra melihat benyak orang berpelukan sampai lengket. Sandra juga mendengar music yang keras”. Dari kalimat itu menunjukan bahwa siapa itu Mami, jelas menunjukan Mami adalah seorang yang bekerja didunia hitam, yaitu sebagai germo yang tempat kerjanya bersuasana gelap dan banyak orang berpelukan.
Alur Apakah hubungan kait antara peristiwa terasa padu dan berurutan berdasarkan logika cerita.

C

B

SB

Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada cerpen ini berurutan berdasarkan logika cerpen. Semua peristiwa merupakan penegas dari tema yang diangkat. Dari peristiwa-peristiwa yang terjadi akan menunjukan suatu maksud/pesan/amanat/dan inti cerita.

Tema Apakah konflik dalam diri tokoh mengarah pada suatu pokok utama (masalah inti cerita) yang dapaat diintensifikasi

C

B

SB

Konflik yang ada dalam setiap tokoh mengarahkan pada tema. Konflik-konflik yang terjadi menunjukan tema yaitu tentamg seorang anak (Sandra) yang ibunya adalah seorang wanita jalang.

Amanat Apakah amanat member efek pesan berupa nilai-nilai yang sublime

C

B

SB

Cerpen ini memberikan pesan atau amanat yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan  sehari-hari oleh pembaca. Setelah membaca cerita ini, maka akan didapat amanat, yaitu jika kita menjadi orang tua, jadilah orang tua yang benar. Kita harus memikirkan perasaan anak, kesejahteraan anak, dan kebahagiaan anak. Dan bahkan jika kita adalah seorang yang kotor, dan berada didunia yang hitam, tapi tetaplah menjaga sikap baik terhadap orang lain.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: